Sunday, March 22, 2009

all about time...

No more internet in my room.

Secara saya sudah menjadi manusia super sibuk, banyak sekali kegiatan-kegiatan rutin yang sangat suka saya lakukan di waktu luang saya menjadi hal yang paling berharga buat di lakukan.

Dulu, di semua waktu luang saya, saya bisa baca bertumpuk-tumpuk novel tebal dalam jangka waktu sangat singkat. Saya bisa baca novel setebal lebih dari 800 halaman hanya dengan waktu kurang dari 5 hari.

Saya juga paling betah berlama-lama di depan komputer saya. Nge-game dan internet adalah hal wajib ketika topik bacaan saya ternyata tidak terlalu menarik.

Hal lain yang sangat jarang saya lakukan sekarang adalah karaoke. Padahal ini hal yg paling saya sukai. Ajang pelepasan beban paling mujarab buat saya.

Dan sekarang, semua menjadi mahal buat saya. Saya hampir tidak punya waktu buat itu semua. Kalau ada pertanyaan, 'kan ada hari Minggu atau libur. Kenapa gak dimanfaatin?' Well, karena waktu saya menjadi sangat berharga sekarang, logika saya mengatakan saya harus menggunakan waktu saya se-efisien mungkin.

Contohnya, saya harus mengerjakan tugas saya yg harus saya pending hari sebelumnya pada hari libur saya. Dan lagi, saya harus mengistirahatkan tubuh saya karena sudah bekerja sangat keras selama 6 hari *saya memulai kegiatan saya dari 7.30 pagi, dan berakhir pada 21.30 malam*

Akibatnya kondisi keuangan saya membaik. Setidaknya saya mengurangi porsi belanja saya di Gramedia. Dan hal lain, saya baru saja memutuskan untuk berhenti berlangganan Telkom Speedy.

Mengenai hal yang terakhir, sebenarnya saya sedikit menyesal. How could I be so stupid. Seharusnya saya tetap berlangganan tetapi dengan paket yg lebih ringan. Sekarang saya hanya bisa menggunakan hp saya buat internetan dengan signal GPRS yg hidup mati.

But I think I'm getting used to it. It's all about time.

Monday, March 16, 2009

twenty-page-paper task

Gimana kalo kamu di kasih tugas bikin makalah setebal 20 halaman? Pasti biasa-biasa aja dong, cuma makalah doang.

Tapi gimana kalo makalah itu harus kamu tulis tangan di atas kertas folio bergaris? Well, I think that's another story.

Dan itu lah yg sedang dialami anak-anak semester 2 STBA Methodist Palembang. Makalah Psikologi Kepribadian itu harus di tulis tangan.

Hello..?
Are we living in the same planet, sir? It's ridiculous. We're living in digital era, aren't we? Why don't we use technology instead of ancient way?

Ugh, give me a break.

Thursday, March 05, 2009

ribet...

Semester ini udah jalan 2 minggu. Tapi tetep aja susah banget buat nyusun KRS. Agak2 membuat snewen sebenarnya, this is what I hate about being collegian. Menjadi semakin rumit karena saya harus bekerja pagi hingga menjelang jam kuliah di mulai. Jadi memang menyusun jadwal kuliah menjadi sesuatu yang cukup bikin repot belakangan ini.
Dilema, mungkin kata yang agak lebai untuk menggambarkan posisi aku beberapa hari lalu. Disatu sisi aku pingin banget menghabiskan 24 SKS yang aku punya*secara mendapatkan 24 SKS ini aku melalui perjuangan yang sangat berat, karena harus mengikuti ujian dengan kondisi kesehatan yang sangat memprihatinkan* sayang banget kan kalo kesempatan ini gak diambil. Aku bisa menyicil mata kuliah buat semester selanjutnya. Disisi lain, sangat susah menemukan jadwal matkul yang cocok *baca: pas sama jam pulang kantor* untuk mengisi kekosongan 2 SKS ini.
But, if there is a will there's a way, right?
Setelah menjalani begitu banyak kasak-kusuk dan tanya sana-sini, akhirnya saya berhasil juga menyusun KRS dengan damai.
Dan jadwal kuliah saya untuk semester ini adalah sebagai berikut:
Senin
16.30 - 18.00 : Filsafat.
18.00 - 19.30 : Pronunciation 2.
19.30 - 21.00 : Stucture and Grammar 2.
Selasa
16.30 - 18.00 : Speaking 2.
18.00 - 19.30 : Bahasa Indonesia 2.
19.30 - 21.00 : Reading 2.
Rabu
16.30 - 18.00 : Psikologi Kepribadian.
18.00 - 19.30 : Etika.
19.30 - 21.00 : Vocabulary 2.
Kamis
16.30 - 18.00 : Intro. To Literature.
18.00 - 19.30 : Sructure and Grammar 2.
19.30 - 21.00 : Mandarin 2.
Jumat
16.30 - 18.00 : Pendidikan Kewarganegaraan.
18.00 - 19.30 : Listening 2.
Demikian lah daftar mata kuliah saya untuk semester ini. Terima kasih :)

Saturday, February 28, 2009

another must seen movie

Pusing gak sih liat film-film yang tayang di bioskop akhir-akhir ini? Aku sih gak tau kalo di bioskop-bioskop di kota lain. Tapi kalo di Palembang, ampuuuuuuun, tolong deh, filmnya gitu amat. Dari posternya aja udah ilfil banget sama judul-judul film Indonesia yang lagi tayang di sini. Palagi mau nontonnya... OGAH.

Tapi jangan khawatir, karena sebentar lagi akan tayang film yang pastinya bikin kita tertawa terpingkal-pingkal. Kalo udah baca novelnya pasti udah ngerasa kegokilan yang bakalan di jual.

***

Ada sedikit cerita waktu aku ikutan kelas Conversation di LIA. Disetiap pertemuan kan para siswa diharuskan berdeklamasi di depan kelas. Ceritanya, seorang siswa setiap kali pertemuannya. Karena pada pertemuan hari itu orang yang seharusnya berdeklamasi tidak masuk kelas, sesuai peraturan yang telah disepakati bersama sang back up lah yang harus maju.

Dan ternyata sebagai seorang back up, hari itu aku yang gak ada persiapan banget. Tapi karena udah dead end, otak berputar secara acak, akhirnya sebuah ide muncul. Kebetulan novel yang sedang aku baca saat itu adalah Kambing Jantan, dan kebetulan lagi aku membawa buku itu bersama buku2 materi lainnya *betapa hidup saya sangat sering diselamatkan oleh sesuatu yang bernama 'kebetulan' * jadilah saya berdeklamasi tentang buku ini.

Hasilnya buku ini tidak lagi saya baca 1 bulan lamanya, dan ketika kembali ke tangan saya sampul plastiknya sudah tak bernyawa lagi.

***

Nah, seperti biasa, yang ada dipikiran aku sekarang adalah, apakah film ini bakalan segokil novel *in this case blog* nya? Kenapa ini menjadi pembahasan, secara udah banyak banget film2 yang disadur dari novel dan ternyata hasilnya tidak sama dengan apa yang otak kita kerjakan waktu menciptakan imajinasi2 ketika mata kita membaca. Jarang banget ada film yang setidaknya mendekati imajinasi yang sudah terlanjur melekat di otak kita waktu kita membaca novelnya.

Sejauh ini film saduran terbaik versi saya hanyalah Harry Potter and The Sorcerer's Stone dan Harry Potter and The Chamber Of Secrets karya Chris Colombus, serta Jomblo yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Ketiga film ini jadi bener2 sukses mencari tokoh2 pendukung seperti yang coba digambarkan oleh pengarangnya. Ini yang paling penting. Soalnya yang kita bakal tanya ketika ada film yang dibuat berdasarkan novel adalah siapa yang memerankan tokoh ini dan tokoh itu. Kalau ternyata gak pas kan jadi males nontonnya.

Makanya, aku surprise banget waktu pertama kali tahu kalau pemeran Dika di film Kambing Jantan ini adalah Dika sendiri. No one better. Tentunya ini bakal jadi daya tarik tersendiri. Jadi kalau sebelumnya kita mengenal Dika sebagai blogger atau penulis, sekarang kita juga mengenal Dika sebagai aktor.

Jadi gak sabaran nunggu tanggal 5 Maret *sambil berdoa semoga gak delay tayang di Palembang. Amin*

Saturday, February 14, 2009

valentine's day

February 14th has come. Artinya, hari ini kita ngerayain hari Kasih Sayang atau lebih familier dengan sebutan hari Valentine atau V Day. Hari dimana orang-orang mengungkapkan rasa kasih mereka secara berlebihan, dengan memberikan hadiah kepada mereka yang mereka sayangi.

Kenapa saya bilang berlebihan?
Karena, eh, karena rasa kasih sayang seharusnya tidak hanya ditunjukkan di hari Valentine aja dong. Hari-hari biasanya juga seharusnya kita tetap harus penuh rasa kasih sayang. Tapi, di hari Valentine biasanya mereka merayakannya dengan memberikan sesuatu yang diharapkan bisa membuat senang pasangan masing-masing.

Nah, V Day sepertinya telah memiliki aksesoris sendiri. Sehingga perayaannya terkesan sangat meriah apabila aksesori-aksesori V Day dipadukan. Aksesori yang saya maksud adalah bentuk-bentuk ungkapan kasih sayang yang biasanya digunakan untuk menyatakan perasaan kasih di hari Valentine itu sendiri atau dalam kata lain kita sebut sebagai kado.

Contohnya, coklat, bunga mawar, boneka atau segala sesuatu yang bermarna pink.

Kenapa coklat? Mungkin pertanyaan kalian sama dengan pertanyaan saya. Kenapa harus coklat. Well, mari kota coba menelaah bersama-sama.
Siapa sih yang gak suka coklat? Mungkin yang bakalan bilang gak suka adalah wanita-wanita yang mempunyai masalah obesitas sebagai masalah pribadi mereka. Tapi, percaya atau gak, waktu mereka bilang ‘saya tidak suka coklat’, pada saat itu lah mereka sedang membohongi diri mereka sendiri.

Semua orang menyukai coklat, pastinya. Yang menjadi perbedaannya adalah seberapa besar kecintaan mereka dengan makanan ringan yang satu ini. Ada yang hanya suka, ada juga yang tergila-gila. Rasanya yang manis dan sensasi yang kita rasakan ketika coklat ini lumer di lidah kita merupakan kelebihan dari coklat itu sendiri yang tidak dimiliki makanan ringan lainnya. Karena kalo belum di makan—atau dalam hal ini di emut—kita belum bisa merasakan keunikan coklat. Mungkin, filosofi ini yang membuat coklat dianggap tepat sebagai media untuk mengungkapkan kasih sayang di hari Valentine. Kasih sayang itu kan lebih ke hati dan perbuatan.

Say it with flower.
Cewek-cewek pasti merasa sangat tersanjung kalo dihadiahi bunga oleh sang pujaan hati. Nah, bunga juga dipakai sebagai salah satu media untuk mengungkapkan perasaan kasih di hari Valentine. Mawar, tentunya yang menjadi favorit. Gak mungkin kan kalo kamu ngasih bunga melati—selain sangat tidak tepat dengan sikon, melati biasanya dipake buat menghias konde pengantin ato sebagai bunga tabur di makam-makam, or in case pacar kalian mempunyai kesamaan unik seperti Suzanna---as far as I concern, melati tidak ada yang merwarna pink. Apalagi kalo kamu ngasih bunga bangkai---walaupun ada yang berwarna pink---silahkan siap-siap diputusin sama pacar kamu.

V Day juga identik dengan segala sesuatu yang berwarna pink. Apapun bentuknya. Boneka babi aja kalo warnanya pink jadi cute abis. Dan biasanya cewek-cewek kebanyakan pake baju pink di hari Valentine. Mungkin tujuannya untuk memperkental makna Valentine itu sendiri. Warna pink sendiri sebenarnya warna yang sangat menyejukkan. Damai.

Dulu, ada tradisi memberikan kartu Valentine kepada orang-orang yang kita sayang. Tapi kayaknya tradisi ini sudah sangat berkurang pelakunya, secara lebih praktis mengirimkan pesan melalui SMS.

Dan V Day sendiri mempunyai soundtrack sendiri. Tentunya lagu yang bakal di putar sepanjang masa, setiap tahun kita merayakan hari Valentine adalah masterpiece nya Jim Brickman yang disuarakan oleh Martina McBride. Silahkan aja kamu ke semua pusat perbelanjaan, lagu ini pasti berkumandang menjelang perayaan V Day.

Well, happy Valentine’s day everyone.

Saturday, February 07, 2009

confused

Menurut kamus Oxford, confused is unable to think clearly or to understand what is happening or what somebody is saying.

Dan kalo di-Indonesia-kan, kata confused ini kira2 berarti bingung.

Belakangan ini aku suka bingung.
Gak tau kenapa, aku juga bingung.

Bingung waktu liat hasil UAS. Bingung karena ternyata hasilnya gak sebagus yang diharapkan. Bingung dengan kenyataan betapa aku menganggap diriku sangat pintar, padahal...
Tapi, memang membingungkan sih. Secara beberapa subject yang seharusnya bisa mendapat nilai sempurna, ternyata sedikit mengecewakan. Dan beberapa subject sialan itu adalah Listening dan Pronunciation.

Ugh, give me a break. Give me one long sentence, and you may kick my butt if I cannot repeat it to you with proper pronunciation. Dasar dosen b***k.

ARGHH...

Masih bicara soal bingung.
Tadi pas pulang kerja kan ujan deres tuh. Aku bingung, kok aku sangat menikmati hujan yah hari ini. Bingung aja betapa aku menemukan hatiku riang gembira ketika hujan yang sebesar biji jagung mengguyur badan. Rasanya asik banget merasakan tiap butir hujan menghujam *bahasanya* tubuh. Mungkin karena memang beberapa hari ini hujan gak pernah turun sore2. Trus, mungkin juga sudah lama banget gak pernah mandi ujan. Dan aku tambah bingung ketika sampe rumah, tiba2 hujan langsung berenti.

Dan sekarang pun saya bingung, kenapa winamp saya memutar lagu2 Nsync...
Bingung.

Saturday, January 31, 2009

when evil takes control

Aku udah lama banget gak beli buku baru. Novel, lebih tepatnya. Mumpung lagi libur kuliah, so I decide that this is the perfect time to have new novels.

So, hari ini, selepas jam kantor, di antara hujan yang turun agak malas, aku mengarahkan perjalanan ke Gramedia Atmo. Kenapa aku lebih suka ke Atmo daripada ke PS...?
2 reasons for that question.
#1. It's easy to find a parking lot at Gramedia Atmo.
#2. It's preety close from my office.
Sampe di sana, yang pertama di lihat adalah list buku2 yang jadi best seller dan buku2 yang di diskon. Semua info di tempel tepat di tangga lantai dasar menuju lantai 2. Ada diskon 15% untuk semua buku Harry Potter kalo kalian membeli semua seri (1-7). Dan macam2 pemberitahuan lain yang cukup menggoyahkan iman. Sebelum setan meracuni pikiran, aku pun langsung meniti tangga.

Aku udah mutusin novel2 apa aja yang bakal aku beli hari ini. Pilihannya jatuh pada 2 serial Twilight, New Moon dan Eclipse. Yup, udah lama banget pengen baca novel kelanjutan Twilight ini. Tapi mengingat kesibukan saya yang segunung semenjak memutuskan untuk sekolah (lagi), so i postpone 'till I really have much time indeed to read a book.
Secara, kemarin2 aku baru aja nonton Twilight the movie dengan penuh kenistaan *mengingat DVD nya adalah bajakan dan harus merengek2 sama Wen Wen biar dipinjemin* jadi agak sedikit penasaran sama kelanjutan kisah Bella Swan dan Edward Cullen ini. Setelah mengambil buku ini dari tumpukan buku2 yang bertuliskan BEST SELLER, niatnya langsung turun dan membayar semuanya.
Tiba2 terjadi perdebatan di dalam pikiran saya.
Evil Wiwien : "Win, why don't you look at Harry Potter collections there"
Angel Wiwien : " What for? I have all the the series."
Evil Wiwien : "Just lookin' around. Check!"
Angel Wiwien : "Alright"
Dan akhirnya aku melangkah kembali menuju tumpukan buku2 Harry Potter. Mereka tersusun dengan sangat rapih dan manis. Ada 7 seri Harry Potter yang di kemas dalam satu box. Keren banget. Box nya yang bikin keren, warna item dan ada tulisan HARRY POTTER di atasnya. Keren deh. Trus, aku membuka2 sedikit buku Harry Potter seri #4. Lalu detik selanjutnya adalah...terlihat lah oleh mata saya sebuah buku yang saya juga pengen koleksi. Buku itu adalah The Tale Of Beedle The Bard versi Inggris.
Perdebatan pun berlanjut.
Evil Wiwien : "We are going to buy the book, aren't we?"
Angel Wiwien : "No! It's too expensive. I cannot afford it."
Evil Wiwien : "Of course you can. It's only Rp.110.500"
Angel Wiwien : "Still, it's too expensive. Mom gonna kill me if she knows it"
Evil Wiwien : "You don't have to show off, moron"
Angel Wiwien : "I can't."
Evil Wiwien : "Oh, come on, girl. You've been longing to have this book."
Aku masih menimbang2, should I or should I not buy the book. Buku berada manis di genggaman tangan.
Angel Wiwien : "Hmm... not really."
Evil Wiwien : "ADMIT IT!"
Kenapa setan selalu menggoda, sih.
Angel Wiwien : "Alright, alright."
Evil Wiwien : "Ah, that's my girl. Then we'll read the book tonight"
Angel Wiwien (dalam hati) : "Damn evil."
Dan Evil Wiwien pun tersenyum puas.
Akhirnya buku2 ini pun berpindah tangan.
Waktu bayar di kasir, si Mbak bilang "nanti merchandise nya tukar di informasi ya Mbak"
Hmm...mechandise? Apakah gerangan?
Selanjutnya aku sudah berada di depan meja informasi, di depan mas-mas yang agak2 gimanaaaa gitu. Si mas nyuruh ngisi formulir gak jelas. Trus dia ngajakin ke pohon Me Hua *bener gak sih nulisnya*, yang aku baru sadar kalo ada pohon itu di sana. Gila.

Si mas nyuruh aku milih2 ang pao. Aku mencomot salah satu tanpa minat. Trus, si mas yang gemulai itu membuka ang pao yang di dalamnya ternyata ada kode angka tertentu. Dan ternyata saya mendapatkan ini.


Tell me what shoud I do with them.
Buku yang item, Bagaimana Biro Iklan Memproduksi Iklan, boleh juga buat tambah pengetahuan. Dua buku lainnya? Give me a break!


Tuesday, January 27, 2009

"wan shi ru yi"



Chinesse New Year slash Imlek AKA Sin Tjia adalah hari yang ditunggu2 oleh anak2 satu kantor yang ngerayain. Setelah pembagian THR yang bikin semua tersenyum puas, dan kenyataaan libur 2 hari membuat semua senang gembira, termasuk saya.

Saya memang tidak ikut merayakan Imlek, tapi saya juga sangat menunggu2 saat Imlek tiba. Kenapa eh kenapa? Karena eh karena saya akan mendapat banyak ang pao di hari itu *laugh out loud* Bukan berapa isinya, I really dont care about the money, the most important think about it is, katanya eh katanya, tradisi memberi ang pao kepada mereka yang belum menikah akan menjadikan orang yang di beri ang pao itu enteng jodoh. Well, amin to that.

Ceritanya, kita bersilah turahmi ke mereka yang merayakan Imlek, kalo bahasa orang Palembang tuh sanjo gitu deh. Tapi, perjalanan sanjo dari rumah ke rumah itu make me feel so miserable. Dunno why, but something about Wawan's car make me feel so sick. Alhasil, semua isi perut habis keluar semua.

Entah kenapa, saya sangat tidak menyukai berada di dalam mobil. Bukan hanya mobil Wawan yang notabene adalah mobil baru yang mengeluarkan aroma sangat aneh, semuanya. Pernah waktu itu, ketika ada relasi dari Turki datang dan saya harus menemani bapak Bos dan tamu nya sebagai pengalih bahasa, saya merasa mau mati karena kehabisan nafas merasa isi perut saya ingin keluar semuanya. You may call me katro, ndeso, what so ever, but honestly I really enjoy riding rather than driving. Poor wiwien...

However, I was having a good time with my pals this Imlek. Bayangin, semua orang yang bernaung di bawah bendera JPS, semua pada kumpul di hari Imlek. Suasana kebersamaan yang hanya bisa kita dapetin sekali setahun. Secara kalo Natal dan Lebaran kan gak ada acara ngumpul nya gitu. Semua pada becanda, saling ejek, saling ngata2in, what a wonderful life we have.

For those who are celebrating Imlek I just wanna say,
Gong Xi Fa Cai
Sen Ti Jian Kang
Wan Shi Ru Yi
Shang Ti Cu Fuk Ni

Monday, January 26, 2009

twilight oh twilight



Kapan kira2 film ini tayang di Palembang. Suka bete nih liat bioskop di sini. Lamaaaaaa banget kalo nayangin film2 barat. Tapi kalo film2 Indonesia yang gak banget, cepet setengah mampus.

B.E.T.E

Penasaran nih, secara novel nya kan keren banget, jadi pengen tau film nya kayak apa. Biasanya kan, kalo film2 saduran novel suka gimanaaaaa gitu jadinya kalo di layar lebarin *caelah... layar lebarin...bahasanya buuu*

Sekalian pengen liat actingnya Rob Pattinson, si Cedric Diggory di HP-4. Cocok banget sebenernya tampangnya jadi vampire, secara garis mukanya kasar sekali. Pas tau kalo yang cast buat Edward Cullen itu dia, langsung terbayang di otak saya gimana serunya film ini. Segala yang di gambarin Stephenie Meyer di novel, pas banget sama perawakan Pattinson.

Hhmm...saya jadi tambah penasaran pengen nonton.

a must read book



Pengen banget punya buku ini. Tapi gimana cara dapetnya? Di Palembang blom ada. Pengen order online, mahal kale... Harga Amazon adalah $7.14, kali kan saja kurs yang 11 ribu lebih, dan tambahkan juga biaya courier nya.

Just wait buat terjemahan Indonesia nya ajah kalo gitu.