Mumpung event Olimpiade Beijing lagi hangat2nya saat ini, nah, postingan kali ini gw masih membahas tentang event olahraga terakbar 4 tahunan ini.
Dan bahasan gw kali ini adalah mengenai tim bulutangkis Indonesia yang bakalan menyumbangkan banyak medali buat negeri tercinta ini. Kemungkinan terbaiknya, bulutangkis akan menyumbangkan 2 emas dan 2 perunggu. Dan kalaupun yang terjadi adalah di luar keinginan kita dan para atlet bulutangkis, setidaknya bakal ada 2 perak dan 1 perunggu yang bakal menambah perolehan medali buat Indonesia.
Gw udah menduga kalau kita bakalan kehilangan chance buat meraih medali di nomor tunggal putra. Gw juga males membahas nomor ini, pemain tunggal putra sekarang payah. Fighting spiritnya nol *oops!*
Medali pertama buat Indonesia disumbangkan oleh cewek imut 23 tahun bernama Maria Kristin Yulianti. Sebagai yang bukan diunggulkan, ternyata Maria Kristin mencetak prestasi luar biasa di debut pertamanya berlaga di Olimpiade. Walaupun gagal mengalahkan Zhang Ning, ternyata gak membuat semangat cewek kelahiran Tuban ini hilang saat bertanding melawan Lu Lan.
Walaupun merasakan nyeri di paha kanannya, toh, Maria bisa menggagalkan ambisi China untuk menyapu bersih semua medali di partai tunggal putri, sekaligus berhasil dengan sangat sukses membuat Lu Lan menangis.
Prestasi ini layak diacungi jempol, secara buat gw sepertinya mengirim Maria di ajang Olimpiade tahun ini adalah coba2 belaka, karena Indonesia hanya mengikutsertakan satu orang pemain tunggal putri saja.
Sampai postingan ini gw post, partai yang bakalan paling seru antara ganda putra Indonesia Markis Kido-Hendra Setiawan vs pasangan korea Lee Hyojung-Lee Yongdae belum bertanding. Yang jelas 1 medali sudah di tangan, tinggal mencari jawaban pilihan ganda antara emas atau perak. Mudah2an emas ya, secara dalam rangka mempertahankan tradisi gitu.
Dari semua pertandingan, partai yang paling gw tunggu2 adalah partai ganda campuran Indonesia yaitu pasangan Nova Widianto dan Lilyana Natsir. Buat gw menonton partai ini adalah segalanya. I’m a big fan of Lilyana Natsir. She is totally awesome. Lilyana bisa selalu tampil all out baik sebagai ganda campuran maupun sebagai ganda putri berpasangan dengan Vita Marissa.
Dan hari ini bersama pasangan ganda campurannya, Lilyana berhasil melaju ke babak final setelah mengalahkan pasangan China, He Hanbin-Yu Yang, dengan pertandingan 3 set. Dan final besok pasti bakalan lebih seru lagi. Jadi gak sabaran.
Go beat 'em all…!
Saturday, August 16, 2008
Thursday, August 14, 2008

Pada tau dong berita tentang si cewek imut, Lin Miaoke, yang ikut ngeramein pesta pembukaan Olimpiade Beijing tanggal 8 Agustus 2008 kemaren, yang ternyata suara merdu nan menggugah perasaan itu bukanlah suara asli Lin. Suara itu adalah milik gadis tembem dan bergigi tidak rata *baca: mengutip apa yang ditulis surat kabar, dan sebagai orang yang berpipi tembem gw merasa di diskeditkan hiks..* yang bernama Yang Peiyi.
Mirisnya lagi, pergantian penyanyi ini antara si Putri Raja dan Itik Buruk Rupa ini terjadi hanya beberapa menit sebelum upacara pembukaan dilaksanakan. Kalo kita ada di posisi Yang Peiyi tentu kita bisa ngerasain lah gimana perihnya diperlakukan tidak adil seperti itu.
Dan gilanya lagi, alasan penggantian ini adalah semata2 karena Cina ingin menampilkan suguhan yang sempurna dan terspektakuler di sepanjang sejarah pesta pembukaan Olimpiade di sepanjang masa.
Padahal, dari artikel yang gw baca, Yang Peiyi terpilih sebagai yang berhak menyanyikan lagu Ode To The Motherland setelah melewati proses audisi. Sayangnya karena mukanya yang not look cute enough for tv, maka terpilihlah sang bidadari cantik nan menggemaskan untuk menyanyikan lagu tersebut di depan lebih dari 90 ribu orang di stadium Bird’s Nest.
Katanya nih, Lin Miaoke udah jadi selebriti cilik di Cina sana. Orang seantero Cina memuja2 dirinya dan menganggapnya mewakili citra gadis cantik yang patriotic. Gila ya, seharusnya yang di puji kan yang punya suara, bukannya penyanyi lip-synch.
Sweetheart, to be honest, I personally think that you are not deserve it. However, you are a lucky lil girl, cos beauty will always rule.
Saturday, August 09, 2008
Barusan gw nonton reality show Termehek-mehek di TransTV. Episode kali ini nyeritain seorang cewek, namanya Jessica yang lagi hamil sebagai buah percintaannya dengan pacarnya yang bernama Dimas. Sejak tau kalo Jessica hamil, Dimas tiba2 menghilang. Makanya si Jessica ikutan reality show ini, dengan tujuan menemukan Dimas kembali dan menyelesaikan masalah diantara mereka.
Gw jengah aja liat reaksi Dimas ketika akhirnya tim Termehek-mehek berhasil menemukan alamat apartemennya. Gila ya, ni cowok banci banget. Ketemu Jessica aja dia langsung lari. Bukan tindakan yang patut ditiru.
Dan parahnya lagi, pas akhirnya cerita itu sampai pada pertemuan Jessica dan ibunya Dimas, si tante malah ngomong kalo Jessica mencoba memfitnah anaknya. Pake ngomong kalo mau duit bilang aja. Gila ya, si Jessica itu udah cukup malu membiarkan wajahnya di sorot kamera dan menjadi tontonan orang se-Indonesia Raya, ini demi mengejar satu harapan yang bernama pertanggungjawaban. Eh, ini malah di tawarin duit. Dasar orang kaya, mereka selalu berfikir semua masalah bisa selesai kalo pake duit. Sinting.
Sampai akhirnya durasi tayangan ini berakhir tidak ditemukan jawaban atas kasus ini. Apakah akhirnya Jessica berhasil mendapatkan pertanggungjawaban atau tidak. Tapi kalo gw liat hasil tangkapan kamera atas hal yang terjadi di dalam rumah ketika akhirnya mamanya Dimas mau ngomong berdua aja sama Dimas dan Jessica, kayaknya Jessica tidak mendapatkan apa yang seharusnya Dimas dan mamamya berikan. Jelas banget kalo sebelum meninggalkan rumah Dimas, Jessica menampar keras wajah Dimas.
Sekarang yang ada di benak gw, orang tua Dimas kelihatannya sangat berada, mungkin pengusaha kelas kakap atau mungkin pejabat pemerintahan, kenapa mereka kok sampe gak aware kalo aib yang dibuat anak mereka di tonton orang se-Tanah Air. Kita tau lah gimana uang bisa menyelesaikan masalah. Jangan2 abis ini tim Terehek-mehek bakalan dapet surat somasi dari bonyoknya Dimas atas tuduhan pencemaran nama baik.
Buat para cewek2 ni, we have to take a good care of our self. Karena kalo kasus Jessica ini terjadi sama kita *amit amit*, kita adalah pihak yang dirugikan, atau malah yang disalahkan. So save it for the right person, for someone you call husband.
Gw jengah aja liat reaksi Dimas ketika akhirnya tim Termehek-mehek berhasil menemukan alamat apartemennya. Gila ya, ni cowok banci banget. Ketemu Jessica aja dia langsung lari. Bukan tindakan yang patut ditiru.
Dan parahnya lagi, pas akhirnya cerita itu sampai pada pertemuan Jessica dan ibunya Dimas, si tante malah ngomong kalo Jessica mencoba memfitnah anaknya. Pake ngomong kalo mau duit bilang aja. Gila ya, si Jessica itu udah cukup malu membiarkan wajahnya di sorot kamera dan menjadi tontonan orang se-Indonesia Raya, ini demi mengejar satu harapan yang bernama pertanggungjawaban. Eh, ini malah di tawarin duit. Dasar orang kaya, mereka selalu berfikir semua masalah bisa selesai kalo pake duit. Sinting.
Sampai akhirnya durasi tayangan ini berakhir tidak ditemukan jawaban atas kasus ini. Apakah akhirnya Jessica berhasil mendapatkan pertanggungjawaban atau tidak. Tapi kalo gw liat hasil tangkapan kamera atas hal yang terjadi di dalam rumah ketika akhirnya mamanya Dimas mau ngomong berdua aja sama Dimas dan Jessica, kayaknya Jessica tidak mendapatkan apa yang seharusnya Dimas dan mamamya berikan. Jelas banget kalo sebelum meninggalkan rumah Dimas, Jessica menampar keras wajah Dimas.
Sekarang yang ada di benak gw, orang tua Dimas kelihatannya sangat berada, mungkin pengusaha kelas kakap atau mungkin pejabat pemerintahan, kenapa mereka kok sampe gak aware kalo aib yang dibuat anak mereka di tonton orang se-Tanah Air. Kita tau lah gimana uang bisa menyelesaikan masalah. Jangan2 abis ini tim Terehek-mehek bakalan dapet surat somasi dari bonyoknya Dimas atas tuduhan pencemaran nama baik.
Buat para cewek2 ni, we have to take a good care of our self. Karena kalo kasus Jessica ini terjadi sama kita *amit amit*, kita adalah pihak yang dirugikan, atau malah yang disalahkan. So save it for the right person, for someone you call husband.
Sunday, August 03, 2008
Seharusnya, gw udah nonton ni film. Tapi apa mau dibilang, acara nonton hari ini gagal karena si Erna harus meng-entertain temennya yang baru datang dari Jakarta. That’s fine, karena kita sepakat me-reshedule acara nonton jadi hari Rabu malem.
Ada yang gak biasa di film ini, secara kita sudah terbiasa melihat wajah cantik si bintang iklan sabun Lux, Rachel Weisz, sebagai Eve O’Connell di dua film Mummy sebelumnya. Tapi buat film ketiga, The Mummy: Tomb of The Dragon Emperor, Oom Brendan Fraser (begitu temen gw Femmy biasa menyapa cowok bertubuh tambun ini) dipasangkan dengan Maria Bello. Kalo boleh milih sih, gw lebih suka sama bininya yang lama ketimbang yang ini. Sumpe deh…
Melihat trailernya, kayaknya ni film makin seru, secara ada dua jagoan kung fu yang ikut ngeramein film ini. Jadi gak sabaran pengen nonton.
Sunday, July 27, 2008

Hahahaha…
Gw demen banget sama film yang satu ini. Agak telat nontonnya, secara film nya juga baru mulai main di Palembang minggu kemarin. Padahal rilisnya tanggal 6 June 2008. Sebenernya udah tau sih dari si Rama kalo filmnya gokil abis *kata Rama, dia aja sampe nonton 4 kali*.
Buat yang stress sama kerjaan selama 6 hari kemaren, nonton film ini adalah solusi yang sangat dianjurkan. Filmnya lucu banget sih. Kalo kalian aware, sebenarnya film ini sarat banget pesan moralnya. Ini yang gw suka dari film animasi, karena film2 animasi kebanyakan membawa pesan moral. Mungkin karena sasarannya anak2 dan keluarga kali ya.
And according to me, pesan moral yang gw dapet dari Kung Fu Panda adalah dream big, dan berusahalah membuat mimpi2 kita jadi kenyataan. Po aja yang badannya segede gentong bisa belajar kung fu dan bisa ngalahin Tai Lung yang kung fu nya lebih jago. Karena pada dasarnya, setiap manusia pasti bisa melakukan hal2 yang besar kalau kita punya kemauan untuk berusaha.
Dan inget, sesuatu bisa menjadi sangat berharga buat kira bukan karena mereka memang berharga, tapi karena kita berfikir bahwa mereka berharga.
So dream big.
Thursday, July 24, 2008
I have no idea apa yang dibilang para komentator di video ini. Sejauh yang bisa gw tangkep, kayaknya mereka berbicara dalam bahasa Italy atau kalo gak Spanyol deh, au ah…
Yang gw aware adalah seri Laguna Seca 2008 ini adalah the most outstanding race ever in MotoGP 2008. Gimana nggak, kalo dari awal lomba sampe akhir race berjalan dengan sangat seru, at least itu lah yang di bilang anak2 kantor Senin pagi. Karena gw sendiri gak nonton huhuhu….
Ini karena kegoblogan gw sendiri. I definitely aware that the race bakalan berlangsung jam 3.45 pagi waktu Indonesia. Tapi apa daya, gw dengan sangat jenius menseting alarm di jam 4.45 pagi. Tapi ini bukannya tanpa sebab, karena waktu itu gw berfikir kalo mulai tayangnya jam 3.45, pastinya yang bakalan main duluan adalah kelas 250 cc. Jadi, menurut gw waktu itu, sangat pas lah kalo alarm di set di pukul 4.45, karena menurut gw waktu itu, race di kelas 250 cc pastilah memakan waktu lebih kurang 45 menit, belom lagi acara kuis2an plus acara komentar2 pasca race.
Dan ketika alarm memaksa gw bangun dari tidur nyenyak pagi itu, dengan santai gw menghidupkan TV di kamar gw dan menghadapi kenyataan bahwa race nya sudah rampung.
Bego.
Gebleg.
Stupid.
Di Laguna Seca kan gak pernah ada lomba balap MotoGP kelas 250 cc. Dan gw pun habis memaki diri gw sendiri.
Gpp, no matter what, the most important thing is Casey Stoner jatuh dan VALENTINO ROSSI WON THE RACE… yuhuuuuuuu…..
Ternyata race nya di ulang lagi jam setengah 6 sore, walaupun di potong2. Harusnya balapan bisa lebih seru kalau saja Dani Pedrosa bisa tampil dan Jorge Lorenzo gak jatuh di awal lomba.
Thursday, July 10, 2008
Tuesday, July 08, 2008
Kalian semua pasti setuju dong kalo menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Apalagi kalo orang yang kita tunggu2 itu membatalkan janji padahal kita udah nyampe di tempat janjian.
Aaaarrrggghhh%@#$*&!
Dan itu lah yang terjadi sama gue hari Minggu kemarin. Gak enak banget rasanya di kacangin. Tapi tenang, bukan Wiwiengurl kalo gak banyak akal.
Gw telp temen gue si Erna, anak ABG keponakan boss gw yang juga kerja di kantor gw. Anaknya asik kalo di ajak jalan. Erna, sebelas dua belas sama gw, suka susah control volume suara dan suka ngakak. Tapi gpp, kita berdua anaknya asik kok heuehehe…
Gw nunggu Erna di Gramedia Atmo, karena rumah Erna emang deket situ. Sambil nunggu Erna gw browsing buku di sana. Tapi gak ada satu buku pun yang menarik minat gue. Mungkin masih bawaan gondok kali ya. Trus gw turun ke lantai satu, eh ternyata disana ada cuci gudang VCD gitu. Harganya gila2an banget, ada gitu yang harganya 3000 perak. Hari gini duit 3000 dapet apaan coba? Paling juga dapet gorengan 3 biji.
Tapi, ada rupa ada harga. Yang harganya 3000an adalah VCD film2 gak penting. Tapi kalo rajin cari sampe ke dasar2 box pasti bakalan dapet harta karun. Kayak gw huehehehe…
Tattaarrraaaaa…
Akhirnya Erna nyampe juga. Setelah rembukan kilat kita sepakat nonton di PIM.
Erna = Ms. Whatever. Kenapa…? Soalnya kalo di tanya pasti jawabnya “baseng lah” *baca: terjemahan dalam bahasa Indonesia adalah TERSERAH*
Waktu gw tanya mau nonton film apa, mau makan apa, mau nongkrong dimana, semua dijawab dengan “baseng lah…” Ugh, cape deeeh…
Akhirnya gw memutuskan kalo kita akan nonton film Hancock. Soalnya film2 yang lain gak penting banget buat di tonton.
Karena filmnya baru main jam 15.30 dan kita masih punya waktu lebih kurang 1 jam, maka akhirnya kita berpusing2 di PIM, cari makan dsb. Ternyata filmnya tayang gak sesuai jadwal. Bukannya molor, tapi malah kecepetan. Ah, payah. Jadinya kita gak tau tuh gimana awal2nya aksi si hitam manis pandai besi, Will Smith.
Pas kita masuk ternyata studio udah penuh. Males banget deh nonton film kalo udah mulai duluan. Tapi asli filmnya keren banget. Perpaduan komedi, drama, dan aksi super hero yang ciamik banget.
Ada yang pernah bawa baby ke bioskop…?
Gila aja, ada gitu loh pasangan muda yang nekat bawa bayi mereka ke dalam bioskop. Gak kesian apa ya…? Lo tau kan sound system di bioskop itu berapa watt. Bayangin kalo lo bawa anak lo yang masih bayi masuk kesana. So that’s the way it goes, selagi kita asik nonton aksi Uncle Smith, the baby’s crying out loud. Saingan keras sama suara sound system nya. Untung tuh ibu2 tau diri, demi menjaga agar mereka gak di timpukin botol air mineral kosong dan bungkus popcorn sekalian sama popcorn nya, mereka pun meninggalkan bioskop dengan damai.
Mestinya, di pintu bioskop di tulis
“ NOT ALLOWED TO BRING ALONG UNDERAGE BABIES “
Untung nontonnya film action, coba kalo nonton film yang banyak adegan cipokannya, bakalan lebih pinter dari emak bapaknya tuh baby wakakakakakak…..
Aaaarrrggghhh%@#$*&!
Dan itu lah yang terjadi sama gue hari Minggu kemarin. Gak enak banget rasanya di kacangin. Tapi tenang, bukan Wiwiengurl kalo gak banyak akal.
Gw telp temen gue si Erna, anak ABG keponakan boss gw yang juga kerja di kantor gw. Anaknya asik kalo di ajak jalan. Erna, sebelas dua belas sama gw, suka susah control volume suara dan suka ngakak. Tapi gpp, kita berdua anaknya asik kok heuehehe…
Gw nunggu Erna di Gramedia Atmo, karena rumah Erna emang deket situ. Sambil nunggu Erna gw browsing buku di sana. Tapi gak ada satu buku pun yang menarik minat gue. Mungkin masih bawaan gondok kali ya. Trus gw turun ke lantai satu, eh ternyata disana ada cuci gudang VCD gitu. Harganya gila2an banget, ada gitu yang harganya 3000 perak. Hari gini duit 3000 dapet apaan coba? Paling juga dapet gorengan 3 biji.
Tapi, ada rupa ada harga. Yang harganya 3000an adalah VCD film2 gak penting. Tapi kalo rajin cari sampe ke dasar2 box pasti bakalan dapet harta karun. Kayak gw huehehehe…
Tattaarrraaaaa…
Akhirnya Erna nyampe juga. Setelah rembukan kilat kita sepakat nonton di PIM.
Erna = Ms. Whatever. Kenapa…? Soalnya kalo di tanya pasti jawabnya “baseng lah” *baca: terjemahan dalam bahasa Indonesia adalah TERSERAH*
Waktu gw tanya mau nonton film apa, mau makan apa, mau nongkrong dimana, semua dijawab dengan “baseng lah…” Ugh, cape deeeh…
Akhirnya gw memutuskan kalo kita akan nonton film Hancock. Soalnya film2 yang lain gak penting banget buat di tonton.
Karena filmnya baru main jam 15.30 dan kita masih punya waktu lebih kurang 1 jam, maka akhirnya kita berpusing2 di PIM, cari makan dsb. Ternyata filmnya tayang gak sesuai jadwal. Bukannya molor, tapi malah kecepetan. Ah, payah. Jadinya kita gak tau tuh gimana awal2nya aksi si hitam manis pandai besi, Will Smith.
Pas kita masuk ternyata studio udah penuh. Males banget deh nonton film kalo udah mulai duluan. Tapi asli filmnya keren banget. Perpaduan komedi, drama, dan aksi super hero yang ciamik banget.
Ada yang pernah bawa baby ke bioskop…?
Gila aja, ada gitu loh pasangan muda yang nekat bawa bayi mereka ke dalam bioskop. Gak kesian apa ya…? Lo tau kan sound system di bioskop itu berapa watt. Bayangin kalo lo bawa anak lo yang masih bayi masuk kesana. So that’s the way it goes, selagi kita asik nonton aksi Uncle Smith, the baby’s crying out loud. Saingan keras sama suara sound system nya. Untung tuh ibu2 tau diri, demi menjaga agar mereka gak di timpukin botol air mineral kosong dan bungkus popcorn sekalian sama popcorn nya, mereka pun meninggalkan bioskop dengan damai.
Mestinya, di pintu bioskop di tulis
“ NOT ALLOWED TO BRING ALONG UNDERAGE BABIES “
Untung nontonnya film action, coba kalo nonton film yang banyak adegan cipokannya, bakalan lebih pinter dari emak bapaknya tuh baby wakakakakakak…..
Monday, June 16, 2008
Listening to You'll Be In My Heart by Usher *over and over*
June 12, 2008
Hari Kamis, seperti biasa kalo gak ada kerjaan gw chatting di YM. Gw iseng aja masuk ke salah satu room, gw lupa room apa yang jelas di region Indonesia. Sama kayak sebeum2nya gw cuma masuk aja tanpa melakukan action apapun di sana.
Gak lama kotak pesan muncul di layar komputer gw. Ni orang to the point banget dia bilang dia mau curhat ke gw. Ini sangat gak biasa, secara biasanya orang2 di yang ada di room pasti selalu menyapa dengan "hai", "hello", "asl pls", dsb.
Secara gw orang nya baik hati dan suka menolong, gw langsung aja kasih respon dan dengerin curhatnya dia. Pacarnya selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Dan dia tau juga dari sahabatnya yang lain. Cerita punya cerita ternyata dia sedang tidak tinggal di Indonesia. Setelah lama ngobrol gw akhirnya tau kalo dia bernama Emir.
Trus dia tanya no hp gw. Diluar kebiasaan gw, gw langsung kasih no gw ke Emir. Anehnya gw bukan kasih Emir no yang biasa gw pake buat iseng, tetapi no resmi gw. Gw belum pernah kasih no hp ke orang yang baru 1 kali chat ma gw. Apalagi bukan no bo'ongan.
Gak lama Emir signing off, gw masih asik sama komputer gw. Ketika akhirnya gw bosen sendiri bergelut sama sambungan internet, gw langsung matiin komputer gw. Ketika gw hendak melakukan sesuatu di hp gw, ternyata gw mendapat 5 miscalled dan 1 sms. gw liat mc nya, nomornya gak gw kenal. Gw baca sms nya, its wrote: I've tried 3 times to call u, but seems ur busy
Gw bales dan nanya ini siapa. Sebagai cewek, gw jual mahal dong. Ternyata gw langsung dapet telpon dari nomor yang sama. Emir yang nelpon, ternyata dia pake nomor Indonesia. Dan curhat pun dilanjutkan dengan melalui telepon. Ternyata Emir lebih terpukul dari yang gw bayangin. Dari suaranya gw tau dia nangis. Dan dia juga bilang kalo kejadian ini justru terjadi ketika pernikahannya di depan mata. Rencananya mereka akan menikah bulan Juli mendatang.
Ketika gw tanyain what si he going to do next, dia bilang dia bakal ke club, minum sampe bisa ngelupain masalahnya. Waktu itu gw mikir, ni cowok cemen banget sih, di selingkuhin doang udah mau mabok. Anak mami banget. Tapi dari sini gw tau kalo Emir galau banget.
June 13, 2008.
Pagi2nya gw liat di hape gw ada 3 mc dan 1 sms. Lagi2 dari Emir.
Gw gak bales karena gw buru2 mau ngantor. Emir nelpon gw, gw gak angkat karena gw buru2 banget. Akhirnya komunikasi berjalan melalui sms. Dia bilang dia bakal pulang ke Jakarta, pesawat jam 1 dari Singapore.
Tujuan kepulangannya adalah menyelesaikan masalah dengan pacarnya, dan membatalkan semua reservasi yang berkaitan dengan persiapan pernikahan mereka. Malemnya dia telpon gw lagi, kali ini pake lama. Kita bertukar cerita, banyak banget. Ternyata usia Emir lebih tua 3 tahun dari gw. Merasa takut kualat, gw panggil dia dengan sebutan Mas. Sampe akhirnya dia mengeluh jantungnya sakit. Ternyata Mas Emir punya sakit jantung. Dan ini sudah lama. Dan di akhir smsnya Mas Emir bilang kalo dia on the way to the hospital, dan harus di rawat karena mimisan terus. Dan dia juga sempet bilang kalo dia udah capek minum obat mulu.
June 14, 2008.
Ini udah kayak sarapan pagi gw, soalnya paginya gw liat ada 1 mc dari Mas Emir. Gak lama kemudian sms nya masuk. Komunikasi kembali berlangsung dengan sms, karena gak mungkin banget gw terima tlp lama2 di kantor.
Mas Emir bilang dia harus pergi dan bakalan susah buat menghubungi gw nantinya. Hati gw mencelos. Dia juga bilang makasih karena gw udah nemenin dia ngobrol semaleman. Gw tanya dia mau kemana, dan dia bilang dia harus menjalani operasi. Mas Emir juga bilang dia seneng karena kita bisa berkenalan dengan baik.
Dia juga bilang dia seneng di panggil Mas. Ternyata hari ini adalah hari ulang tahun Mas Emir. Gw langsung memberikan selamat dan doa. Mulai dari sini perasaan gw sudah gak enak. Dia bilang operasi bakal dilakukan di Jerman, pesawat jam 7 dari Jakarta.
Sorenya Mas Emir sempet telepon gw. He said sorry if it should be ending like this.
Tidak ada hubungan lagi setelah ini.
June 15, 2008.
Jam 8-an gitu hp gw bunyi. Gw baca LCD, ternyata Mas Emir. Quite surprising karena gw mengira gak bakalan ada kontak lagi setelah semalem. Dia bilang dia baru sampe di satu kota di sana yang gw gak tau namanya. Dia bilang Jerman lagi Snowy. Dingin banget. Perjalanan menghabiskan 12 jam. Dia bilang gak bisa telp lama2 karena mahal. maka kembali komunikasi kita lanjutkan via sms.
Malemnya dia ngajakin chat via YM, dan dia cuma punya waktu 2 jam karena sudah harus masuk ruang isolasi. Mas Emir kasih tau diagnosa dokter. Katanya tekanan darah, trombosit, dan gula normal. Kecocokan jantung donor dan dia 80%. Masa kritis 48 jam, kalo dia berhasil melewati nya everything's gonna be oke. Peluang keberhasilan operasi transplantasi ini adalah 60:40. That's a good news.
Mas Emir bilang dia pengen telp gw selama 30 menit, buat yang terakhir kalinya seelum masuk ruang operasi. Dan itulah yang terjadi. Di percakapan telpon itu Mas Emir banyakan diemnya. So unusual. Biasanya ngomongnya cerewet. Dia sempet nyuruh gw dgrin lagu Ran, yang sampe sekarang gw gak tau judulnya. Then I asked him what is his favorite song. Dia bilang You'll Be In My Heart nya Phill Collins.
Dia malah sempet mau kirimin gw lagu yang dia ciptain buat mantan tunangannya, tapi karena speedy lemot, dan dia orangnya gak sabaran *or maybe running out of time* di cancel, padahal sudah lebih dari 60%.
30 menit berakhir, dan kita kembali chat melalui YM. Kali ini dia bilang kalo dia bohong. Dia bohong tentang semua diagnosa dokter yang tadi di bilangnya. Peluang operasi ini adalah 80% gagal. Dia sengaja nyuruh dokter bilang gitu karena dia gak tega liat nyokapnya yang terus2an nangis.
And then, i don't know why, i started to cry. I was keep on saying that everyting's goona be alright, and he'll be fine. Tapi dia bilang gak, karena dia yang paling tau kondisi dia sekarang. Mas Emir akhirnya signed off. Gw masih gak bisa menghandle air mata yang tiba2 deres banget keluar dari mata gw.
21.30
Mas Emir calling for the very last time. Bener2 terakhir. And he said that i dont have to shed those tears for him. Gw semakin sedih. That's the time i felt that i never gonna hear his voice again. 5 menit berlalu dan telepon ditutup. Gw mencoba sms, selanjutnya yang membalas adalah nyokapnya. Dia bilang Mas Emir sudah ada di ruang isolasi untuk mulai di operasi.
22.32
Meninggal dunia emir prakoso juwono, anak kami. Akan dibawa pulang ke Indonesia hari rabu 20 June 2008.
Sms ini dikirim melalui nomor Mas Emir. Gak ada yang gw bisa lakukan selain nangis. He called me just an hour ago, and now he pass away. Seakan gak percaya gw baca berulang2 sms ini. Liat ke kalender, hari Rabu bukannya tanggal 18 Juni. Gak mikirin, nagis lagi.
22.46
Mas Emir calling...
Gw angkat dan putus.
Durasi 00.00.02
22.56
Mas Emir calling...
Putus lagi.
Durasi 00.00.03
22.57
Mas Emir calling...
Gak ada suara. Putus.
Durasi 00.00.06
23.00
SMS: ini yang bernama mbak wiwin? saya telp kok susah sekali
23.02
SMS: saya ibunya emir, ada pesan buat nak wiwin dari anak saya, saya kirimkan ke siapa?
23.07
SMS: dalam surat mbak
23.11
SMS: terima kasih ya nak
23.15
SMS: tolong doakan ya nak, tolong doakan, tolong doakan
23.23
SMS: padahal kita kemari buat dia mbak
23.44
SMS: rencana jenasah akan langsung dibawa ke solo di pemakaman astana bonoloyo dengan penerbangan transit jakarta. terima kasih buat perhatian bapak ibu
Mas Emir's advice:
"Kamu jangan pernah menggantungkan hidup kamu sama suami kamu sepenuhnya. kalo bisa kamu harus lebih dari suami kamu. makanya kamu harus kuliah. Mas gak bilang orang yang kuliah lebih pintar dari kamu. tapi kamu jangan merasa gak adil kalo orang lebih suka menerima mereka yang lulusan universitas antah berantah tapi S1 dari pada nerima kamu yang sudah berpengalaman bertahun2."
Mas Emir last words:
"promise me that you'll marry a good guy. Promise me that you'll take a good care of ur self"
Mas, I'm sorry if all i can do is trying to pay what i've promised you.
Selamat jalan. I'm glad to be a part of your last days. You are a good man. Honestly. And everytime i listen to this song, it will remind me of you.
June 12, 2008
Hari Kamis, seperti biasa kalo gak ada kerjaan gw chatting di YM. Gw iseng aja masuk ke salah satu room, gw lupa room apa yang jelas di region Indonesia. Sama kayak sebeum2nya gw cuma masuk aja tanpa melakukan action apapun di sana.
Gak lama kotak pesan muncul di layar komputer gw. Ni orang to the point banget dia bilang dia mau curhat ke gw. Ini sangat gak biasa, secara biasanya orang2 di yang ada di room pasti selalu menyapa dengan "hai", "hello", "asl pls", dsb.
Secara gw orang nya baik hati dan suka menolong, gw langsung aja kasih respon dan dengerin curhatnya dia. Pacarnya selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Dan dia tau juga dari sahabatnya yang lain. Cerita punya cerita ternyata dia sedang tidak tinggal di Indonesia. Setelah lama ngobrol gw akhirnya tau kalo dia bernama Emir.
Trus dia tanya no hp gw. Diluar kebiasaan gw, gw langsung kasih no gw ke Emir. Anehnya gw bukan kasih Emir no yang biasa gw pake buat iseng, tetapi no resmi gw. Gw belum pernah kasih no hp ke orang yang baru 1 kali chat ma gw. Apalagi bukan no bo'ongan.
Gak lama Emir signing off, gw masih asik sama komputer gw. Ketika akhirnya gw bosen sendiri bergelut sama sambungan internet, gw langsung matiin komputer gw. Ketika gw hendak melakukan sesuatu di hp gw, ternyata gw mendapat 5 miscalled dan 1 sms. gw liat mc nya, nomornya gak gw kenal. Gw baca sms nya, its wrote: I've tried 3 times to call u, but seems ur busy
Gw bales dan nanya ini siapa. Sebagai cewek, gw jual mahal dong. Ternyata gw langsung dapet telpon dari nomor yang sama. Emir yang nelpon, ternyata dia pake nomor Indonesia. Dan curhat pun dilanjutkan dengan melalui telepon. Ternyata Emir lebih terpukul dari yang gw bayangin. Dari suaranya gw tau dia nangis. Dan dia juga bilang kalo kejadian ini justru terjadi ketika pernikahannya di depan mata. Rencananya mereka akan menikah bulan Juli mendatang.
Ketika gw tanyain what si he going to do next, dia bilang dia bakal ke club, minum sampe bisa ngelupain masalahnya. Waktu itu gw mikir, ni cowok cemen banget sih, di selingkuhin doang udah mau mabok. Anak mami banget. Tapi dari sini gw tau kalo Emir galau banget.
June 13, 2008.
Pagi2nya gw liat di hape gw ada 3 mc dan 1 sms. Lagi2 dari Emir.
Gw gak bales karena gw buru2 mau ngantor. Emir nelpon gw, gw gak angkat karena gw buru2 banget. Akhirnya komunikasi berjalan melalui sms. Dia bilang dia bakal pulang ke Jakarta, pesawat jam 1 dari Singapore.
Tujuan kepulangannya adalah menyelesaikan masalah dengan pacarnya, dan membatalkan semua reservasi yang berkaitan dengan persiapan pernikahan mereka. Malemnya dia telpon gw lagi, kali ini pake lama. Kita bertukar cerita, banyak banget. Ternyata usia Emir lebih tua 3 tahun dari gw. Merasa takut kualat, gw panggil dia dengan sebutan Mas. Sampe akhirnya dia mengeluh jantungnya sakit. Ternyata Mas Emir punya sakit jantung. Dan ini sudah lama. Dan di akhir smsnya Mas Emir bilang kalo dia on the way to the hospital, dan harus di rawat karena mimisan terus. Dan dia juga sempet bilang kalo dia udah capek minum obat mulu.
June 14, 2008.
Ini udah kayak sarapan pagi gw, soalnya paginya gw liat ada 1 mc dari Mas Emir. Gak lama kemudian sms nya masuk. Komunikasi kembali berlangsung dengan sms, karena gak mungkin banget gw terima tlp lama2 di kantor.
Mas Emir bilang dia harus pergi dan bakalan susah buat menghubungi gw nantinya. Hati gw mencelos. Dia juga bilang makasih karena gw udah nemenin dia ngobrol semaleman. Gw tanya dia mau kemana, dan dia bilang dia harus menjalani operasi. Mas Emir juga bilang dia seneng karena kita bisa berkenalan dengan baik.
Dia juga bilang dia seneng di panggil Mas. Ternyata hari ini adalah hari ulang tahun Mas Emir. Gw langsung memberikan selamat dan doa. Mulai dari sini perasaan gw sudah gak enak. Dia bilang operasi bakal dilakukan di Jerman, pesawat jam 7 dari Jakarta.
Sorenya Mas Emir sempet telepon gw. He said sorry if it should be ending like this.
Tidak ada hubungan lagi setelah ini.
June 15, 2008.
Jam 8-an gitu hp gw bunyi. Gw baca LCD, ternyata Mas Emir. Quite surprising karena gw mengira gak bakalan ada kontak lagi setelah semalem. Dia bilang dia baru sampe di satu kota di sana yang gw gak tau namanya. Dia bilang Jerman lagi Snowy. Dingin banget. Perjalanan menghabiskan 12 jam. Dia bilang gak bisa telp lama2 karena mahal. maka kembali komunikasi kita lanjutkan via sms.
Malemnya dia ngajakin chat via YM, dan dia cuma punya waktu 2 jam karena sudah harus masuk ruang isolasi. Mas Emir kasih tau diagnosa dokter. Katanya tekanan darah, trombosit, dan gula normal. Kecocokan jantung donor dan dia 80%. Masa kritis 48 jam, kalo dia berhasil melewati nya everything's gonna be oke. Peluang keberhasilan operasi transplantasi ini adalah 60:40. That's a good news.
Mas Emir bilang dia pengen telp gw selama 30 menit, buat yang terakhir kalinya seelum masuk ruang operasi. Dan itulah yang terjadi. Di percakapan telpon itu Mas Emir banyakan diemnya. So unusual. Biasanya ngomongnya cerewet. Dia sempet nyuruh gw dgrin lagu Ran, yang sampe sekarang gw gak tau judulnya. Then I asked him what is his favorite song. Dia bilang You'll Be In My Heart nya Phill Collins.
Dia malah sempet mau kirimin gw lagu yang dia ciptain buat mantan tunangannya, tapi karena speedy lemot, dan dia orangnya gak sabaran *or maybe running out of time* di cancel, padahal sudah lebih dari 60%.
30 menit berakhir, dan kita kembali chat melalui YM. Kali ini dia bilang kalo dia bohong. Dia bohong tentang semua diagnosa dokter yang tadi di bilangnya. Peluang operasi ini adalah 80% gagal. Dia sengaja nyuruh dokter bilang gitu karena dia gak tega liat nyokapnya yang terus2an nangis.
And then, i don't know why, i started to cry. I was keep on saying that everyting's goona be alright, and he'll be fine. Tapi dia bilang gak, karena dia yang paling tau kondisi dia sekarang. Mas Emir akhirnya signed off. Gw masih gak bisa menghandle air mata yang tiba2 deres banget keluar dari mata gw.
21.30
Mas Emir calling for the very last time. Bener2 terakhir. And he said that i dont have to shed those tears for him. Gw semakin sedih. That's the time i felt that i never gonna hear his voice again. 5 menit berlalu dan telepon ditutup. Gw mencoba sms, selanjutnya yang membalas adalah nyokapnya. Dia bilang Mas Emir sudah ada di ruang isolasi untuk mulai di operasi.
22.32
Meninggal dunia emir prakoso juwono, anak kami. Akan dibawa pulang ke Indonesia hari rabu 20 June 2008.
Sms ini dikirim melalui nomor Mas Emir. Gak ada yang gw bisa lakukan selain nangis. He called me just an hour ago, and now he pass away. Seakan gak percaya gw baca berulang2 sms ini. Liat ke kalender, hari Rabu bukannya tanggal 18 Juni. Gak mikirin, nagis lagi.
22.46
Mas Emir calling...
Gw angkat dan putus.
Durasi 00.00.02
22.56
Mas Emir calling...
Putus lagi.
Durasi 00.00.03
22.57
Mas Emir calling...
Gak ada suara. Putus.
Durasi 00.00.06
23.00
SMS: ini yang bernama mbak wiwin? saya telp kok susah sekali
23.02
SMS: saya ibunya emir, ada pesan buat nak wiwin dari anak saya, saya kirimkan ke siapa?
23.07
SMS: dalam surat mbak
23.11
SMS: terima kasih ya nak
23.15
SMS: tolong doakan ya nak, tolong doakan, tolong doakan
23.23
SMS: padahal kita kemari buat dia mbak
23.44
SMS: rencana jenasah akan langsung dibawa ke solo di pemakaman astana bonoloyo dengan penerbangan transit jakarta. terima kasih buat perhatian bapak ibu
Mas Emir's advice:
"Kamu jangan pernah menggantungkan hidup kamu sama suami kamu sepenuhnya. kalo bisa kamu harus lebih dari suami kamu. makanya kamu harus kuliah. Mas gak bilang orang yang kuliah lebih pintar dari kamu. tapi kamu jangan merasa gak adil kalo orang lebih suka menerima mereka yang lulusan universitas antah berantah tapi S1 dari pada nerima kamu yang sudah berpengalaman bertahun2."
Mas Emir last words:
"promise me that you'll marry a good guy. Promise me that you'll take a good care of ur self"
Mas, I'm sorry if all i can do is trying to pay what i've promised you.
Selamat jalan. I'm glad to be a part of your last days. You are a good man. Honestly. And everytime i listen to this song, it will remind me of you.
Tuesday, June 10, 2008
Kenapa ya, udah seminggu ini gak bisa tembus ke vidtomp3. Padahal banyak video yang pengen gw convert ke mp3.
Any idea which similar site i have to visit?
Any idea which similar site i have to visit?
Subscribe to:
Posts (Atom)
